/data/photo/2019/09/25/5d8b0d11c497f.jpeg)
KOMPAS.com - Hubungan antara Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air dikabarkan kembali memanas.
Bahkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan bahwa maskapai penerbangan Sriwijaya Air bukan lagi bagian dari maskapai milik pemerintah tersebut.
Diberitakan Kompas.com, Kamis (7/11/2019), hal itu terjadi karena kesepakatan antara Garuda Indonesia dan pemegang saham Sriwijaya Air kembali menemui jalan buntu.
Ini bukan pertama kalinya, hubungan dua maskapai besar tersebut memburuk.
Berdasarkan data Kompas.com, berikut gesekan yang kerap terjadi antara Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air:
1. Perombakan jajaran direksi Sriwijaya Air
Akhir tahun 2018, Garuda Indonesia dan Sriwijaya memutuskan untuk menjalin kerja sama.
Kerja sama itu dilakukan untuk membantu Sriwijaya melunasi utang ke anak perusahaan Garuda PT GMF AeroAsia, PT Pertamina (Persero), dan PT Angkasa Pura I dan II.
Namun di tengah jalan, hubungan keduanya memburuk karena Sriwijaya Air diduga melakukan wanprestasi.
Karena hal tersebut Garuda Indonesia melalui anak perusahaannya PT Citilink Indonesia melayangkan gugatan ke Sriwijaya Air Group di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Permasalahan itu bermula saat dewan komisaris Sriwijaya Air melakukan perombakan direksi. Tak tanggung-tanggung, mereka mendepak orang-orang Gaurda Indonesia dari jajaran direksi maskapai yang didirikan keluarga Chandra Lie tersebut.
Garuda Indonesia melalui GMF juga menarik dukungan layanan perawatan pesawat milik Sriwijaya Air sehingga 18 pesawat maskapai ini tidak boleh terbang.
Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Garuda Indonesia Jatuh di Deli Serdang, 234 Orang Meninggal
2. Gugatan Citilink
Anak perusahaan garuda Indonesia, PT Citilink Indonesia, juga melayangkan gugatan kepada Sriwijaya Air Group karena terhentinya kerja sama operasi (KSO) pada September 2019 silam.
Gugatan tersebut dilayangkan karena Sriwijaya Air diduga wanprestasi alias tidak menepati perjanjian kerja sama bisnis.
Dalam gugatannya, Citilink memohon agar PN Jakpus menyatakan Sriwijaya Air dan NAM Air telah melakukan wanprestasi atas perjanjian kerja sama yang telah disepakati kedua pihak.
Namun pada awal Oktober Garuda Indonesia Group rujuk dengan Sriwijaya Air Group.
3. Pencabutan Logo Garuda
Bulan November lalu, maskapai Garuda Indonesia Group memutuskan untuk mencabut logonya pada armada Sriwijaya Air.
Hal ini dilakukan menindaklanjuti perkembangan yang terjadi atas dispute kerja sama Manajemen (KSM) Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group.
Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, pencabutan logo Garuda Indonesia tersebut dilakukan melalui pertimbangan masak agar kiranya komitmen kerja sama manajemen antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group benar benar dipahami oleh pihak-pihak terkait.
4. Jalan buntu antar pemegang saham
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali mengumumkan bahwa maskapai penerbangan Sriwijaya Air bukan lagi bagian dari maskapai milik pemerintah tersebut.
Diberitakan Kompas.com, Kamis (7/11/2019), Direktur Perawatan dan Servis Garuda Indonesia Iwan Joeniarto menyatakan hal itu terjadi karena kesepakatan antara Garuda Indonesia dan pemegang saham Sriwijaya Air kembali menemui jalan buntu.
Kondisi tersebut membuat kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan dan pihak Sriwijaya kembali menarik diri.
Hubungan antara Garuda dan Sriwijaya Air pun akan dikaji ulang secara business to business.
Baca juga: Rekam Jejak Sriwijaya Air, Miliki Ribuan Karyawan hingga Terancam Tak Mengudara
(Sumber: Kompas.com/Akhdi Martin Pratama, Mutia Fauzia | Yoga Sukmana, Sakina Rakhma Diah Setiawan, Bambang Priyo Jatmiko, Erlangga Djumena)
Bisnis - Terkini - Google Berita
November 08, 2019 at 06:38AM
https://ift.tt/2NpGzRc
Putus Nyambung Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air - Kompas.com - KOMPAS.com
Bisnis - Terkini - Google Berita
https://ift.tt/34Gk0OK
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Putus Nyambung Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air - Kompas.com - KOMPAS.com"
Post a Comment