
Sedangkan minyak mentah Brent, patokan internasional, naik 5,0 persen menjadi $ 33,08 per barel. Produsen minyak dunia yang didominasi oleh Arab Saudi dan sekutu yang dipimpin oleh Rusia memutuskan untuk memangkas produksi minyak dunia sebanyak 9,7 juta barel per hari pada pertemuan virtual darurat yang dilaksanakan Minggu (12/4) kemarin.
Pemangkasan produksi dilakukan demi mendongkrak harga minyak yang belakangan ini jatuh sampai ke level terendah dalam 18 tahun terakhir. Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo menyebut pemotongan itu sebagai yang terbesar.
"Ini bersejarah," katanya seperti dikutip dari AFP, Senin (13/4). Meski dianggap bersejarah, namun analis mengatakan pemangkasan produksi minyak yang dilakukan oleh OPEC dan sekutunya tersebut lebih rendah dari yang diharapkan pasar. Pemangkasan tersebut kata mereka tidak akan menutupi kerugian permintaan yang terjadi akibat penyebaran wabah virus corona belakangan ini.
"Kesepakatan itu sedikit kurang dari yang diharapkan pasar. Kerja keras tetap menjadi PR mengingat pasar sangat skeptis bahwa OPEC + sebenarnya akan mampu memangkas 10 juta barel per hari," kata Andy Lipow, presiden Lipow Oil Associates LLC di Houston.
Pasar minyak telah dalam gejolak selama berminggu-minggu akibat pembatasan perjalanan yang diberlakukan di seluruh dunia demi mempersempit penyebaran virus corona. Gejolak juga terjadi akibat perang harga yang dilakukan Arab Saudi dengan Rusia.
[Gambas:Video CNN]
(agt/agt)
Bisnis - Terbaru - Google Berita
April 13, 2020 at 09:39AM
https://ift.tt/2yZ9lU9
Pemangkasan Produksi 9,7 Juta Bph Terbangkan Harga Minyak - CNN Indonesia
Bisnis - Terbaru - Google Berita
https://ift.tt/34Gk0OK
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Pemangkasan Produksi 9,7 Juta Bph Terbangkan Harga Minyak - CNN Indonesia"
Post a Comment